Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2016

Keselamatan Kerja Dalam Eksperimen Kimia

Keselamatan kerja dalam melaksanakan eksperimen atau percobaan harus diperhatikan dengan serius dan wajib diutamakan. Tidak hanya pada ketika melaksanakan eksperimen / percobaan, melainkan harus selalu setiap ketika mengutamakan keselamatan (safety first) baik itu di dalam ruang pekerjaan maupun diluar pekerjaan. Berikut dibawah ini akan dijelaskan sebuah topik pembahasan yakni hal-hal yang harus diketahui biar keselamatan kerja dalam melaksanakan eksperimen tercipta. Berikut penjelasannya

Keselamatan kerja

Meskipun sangat menarik, aktivitas eksperimen juga sanggup membahayakan. Untuk itu kita harus benar-benar memahami dan bisa memperlakukan alat dan materi eksperimen secara aman, sehingga memperkecil resiko terjadinya kecelakaan. Berikut yaitu hal-hal yang harus dipahami oleh seseorang yang akan melaksanakan aktivitas eksperimen :
Keselamatan kerja dalam melaksanakan eksperimen atau percobaan Keselamatan Kerja Dalam Eksperimen Kimia
1. Alat dan materi laboratorium
Didalam laboratorium terdapat beberapa jenis alat dan bahan, serta perlengkapan laboratorium lainnya. Pengadaan alat dan materi harus diperlakukan sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan alat dan materi laboratorium didasarkan pada tujuan yang hendak akan dicapai.

Alat adalah benda yang akan digunakan dalam melaksanakan aktivitas praktikum, eksperimen dan penelitian. Bahan yaitu benda yang diteliti atau diuji dalam praktikum, eksperimen dan penelitian.

Untuk menghindari ancaman dari alat dan materi yang digunakan ketika melaksanakan praktikum didalam atau diluar ruangan, maka yang wajib perlu diperhatikan yaitu beberapa hal-hal sebagai berikut :

a. Biasakan membawa peralatan dari beling dengan perilaku vertikal dengan memakai kedua tangan dan jangan dijinjing.
b. Gunakan pipet isap untuk mengambil larutan dengan cara tekan karet dan pijitan.
c. Jangan menengok isi tabung reaksi dari arah lubang, ketika atau sesudah dipanaskan.
d. Jangan menghadapkan ekspresi tabung reaksi yang sedang atau sesudah dipanaskan kearah badan orang lain.
e. Perhatikan penggunaan alat yang terbuat dari beling dalam aktivitas pemanasan.
f. Pahami secara betul dalam memperlakukan bahan-bahan terutama materi kimia.
g. Jangan meletakkan botol yang berisi materi kimia eksklusif terkena sinar matahari.
h. Alat yang berputar kuat, harus diletakkan ditempat yang kukuh.

2. Bahan-bahan kimia yang berbahaya
Terdapat bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi manusia, bhan-bahan kinia itu antara lain sebagai berikut :

a. Aluminium Sulfat (AISO4)
Aluminium sulfat (AISO4) berbentuk kristal berwarna putih serta larut dalam air. Aluminium sulfat digunakan sebagai pengganti tawas.
b. Amonia pekat (NH4OH)
Amonia pekat (NH4OH) yaitu larutan pekat gas amonia dalam air, kalau terkena kulit dan mata sanggup mengakibatkan iritasi. Dalam wujud uap sanggup mengganggu alat pernapasan. Amonia pekat kalau tertelan sangat berbahaya.

c. Asam sulfat (H2SO4)
Asam sulfat (H2SO4) yaitu zat cair tak berwarna, beracun dan sangat korosif. Asam sulfat sanggup menjadikan luka bakar pada kulit dan mata, serta sanggup merusak pakaian.
d. Asam klorida (HCI)
Asam klorida (HCI) yaitu zat cair, bersifat korosif dan dalam wujud uap sanggup merusak kulit, mata dan alat pernapasan.

e. Etanol (C2H3OH)
Etanol (C2H3OH) atau alk0h0l bersifat gampang terbakar dan digunakan sebagai pelarut.
f. F0rmalin 40% (HCHO)
F0rmalin 40% (HCHO) bersifat racun, baik berwujud cair maupun gas. F0rmalin digunakan untuk membunuh hama.

g. Klorofom (CHCI3)
Klorofom (CHCI3) yaitu zat cair tak berwarna dan bersifat racun. Klorofom digunakan sebagai 0bat bius dalam laboratorium.
h. Metilen biru
Metilen biru berwujud padat warnanya biru tua. Bahan kimia ini digunakan sebagai pewrnaan inti sel.

i. Natrium hidroksida (NaOH)
Natrium hidroksida (NaOH) yaitu zat padat berwarna putih, gampang menyerap uap air, udara, bersifat racun dan korosif. Natrium hidroksida (NaOH) termasuk materi berbahaya yang sanggup mengakibatkan luka bakar pada kulit dan mata.
j. Kobalt klorida (CoCI6H2O)
Kobalt klorida (CoCI6H2O) berwujud kristal berwarna merah, sangat gampang menyerap air dan sanggup mengikat uap air. Kobalt klorida (CoCI6H2O) digunakan untuk menguji kelembapan udara.

k. Natrium klorida (NaCI)
Natrium klorida (NaCI) yaitu zat padat berwarna putih dan berbentuk kristal. Natrium klorida (NaCI) disebut juga dengan garam dapur.

3. Prosedur umum penggunaan materi kimia
Saat bekerja memakai materi kimia, usahakan mengikuti prosedur-prosedur guna terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Oleh alasannya yaitu itu, keselamatan kerja didalam melaksanakan eksperimen / percobaan harus diutamakan. Simak dan perhatikan mekanisme berikut ini :

a. Jangan menyentuh, membau atau merasakan materi kimia apapun. Beberapa materi kimia mengandung racun.
b. Jika ingin membau, maka jangan mendekatkan hidung pada materi kimia atau pada ekspresi botol, tetapi kipaskan tangan pada botol yang telah dibuka terlebih dahulu.
c. Jangan mencampurkan materi kimia dengan sembarangan alasannya yaitu sanggup menjadikan reaksi yang berbahaya ibarat ledakan dan terbakar.
d. Ambil materi kimia ibarat yang telah diperintahkan oleh guru. Untuk menghindari suatu materi tercampur dengan materi lain. Gunakan alat yang berbeda untuk mengambilnya. Jangan memasukkan materi kimia yang telah digunakan ke daerah asalnya.
e. Jika mengencerkan materi kimia asam, larutkan materi tersebut ke dalam air. Jangan memasukkan air kedalam materi kimia asam.
f. Gunakan materi kimia asam dan basa dengan hati-hati alasannya yaitu bahn tersebut sanggup menjadikan luka pada kulit dan bersifat merusak.
g. Jika ada materi kimia asam yang terpercik pada kulit, segera bersihkan pada air yang mengalir dan laporkan pada guru.

4. Prosedur umum Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Prosedur umum pada P3K antara lain yakni sebagai berikut :
a. Laporkan segera kalau terjadi kecelakaan kecil walau sekecil apapun pada guru.
b. Pertolongan yang dilakukan diubahsuaikan dengan jenis kecelakaan yang terjadi. Jenis kecelakaan dan penanganannya sanggup dilihat pada tabel berikut :
No
Jenis kecelakaan
Penanganan
1 Luka bakar Gunakan air cuek dan segera hubungi guru.
2 Luka Hentikan pendarahan dengan menekan luka secara langsung, tutup luka dengan kain perban yang bersih, gunakan kompres cuek dan segera hubungi guru.
3 Pingsan Rebahkan orang yang pingsan tersebut ditempat yang lapang, longgarkan pakaian yang terlalu ketat, jauhkan dari kerumunan banyak orang dan segera hubungi guru.
4 Kelilipan atau mata kemasukan benda kecil Siram dengan banyak air, gunakan cairan pembersih mata.
5 Keracunan Catat materi yang mungkin menjadi penyebab keracunan, segera hubungi guru.
6 Kulit terkena percikan atau tumpahan materi kimia Cuci cuilan kulit yang terkena tumpahan dengan air yang cukup banyak, segera hubungi guru

5. Prosedur umum sesudah melaksanakan percobaan
Setelah final melaksanakan percobaan dilaboratorium, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan yaitu :

a. Kembalikan alat laboratorium dan materi kimia ke daerah semula.
b. Bersihkan kembali meja kerja anda.
c. Buanglah semua sampah dan materi yang telah digunakan ke daerah pembuangan yang telah disediakan.
d. Cuci higienis tangan anda sesudah bekerja dilaboratorium.
e. Jangan lupa menutup keran air, mematikan gas atau api dan melepaskan alat-alat listrik dari sumber listrik.

Demikian pembahasan mengenai keselamatan kerja dalam eksperimen.

Senin, 28 Maret 2016

Pengertian Molalitas Dan Fraksi Mol Lengkap Dengan Rumusnya

Molalitas dan fraksi mol adalah pembahasan materi pelajaran kimia tingkat Sekolah Menengan Atas yang akan dijelaskan secara detail dan lengkap dengan rumus pada artikel dibawah ini. Adapun sub pembahasan molalitas dan fraksi mol yang akan diulas yakni pengertian molalitashubungan molalitas dengan persen massa, hubungan molalitas dengan molaritas, pengertian fraksi mol, rumus fraksi mol zat terlarut (Xt) dan rumus fraksi mol zat pelarut (Xp).

Pada waktu menciptakan sirup, kau tentu melarutkan sirup ke dalam air, semakin banyak sirup yang dilarutkan semakin elok minuman yang terjadi. Sirup disebut zat terlarut dan air disebut zat pelarut. Dalam perhitungan kimia banyaknya zat terlarut dalam pelarut disebut dengan konsentrasi. Konsentrasi larutan perlu dihitung secara sempurna dengan memilih massa zat terlarut dan pelarut.

Konsentrasi larutan ini sanggup berupa molalitas, molaritas, fraksi mol dan persen massa. Adapun hal-hal tersebut akan dijelaskan satu persatu dilengkapi dengan rumus masing-masing. Berikut penjelasannya.

1. Molalitas

Molalitas yaitu konsentrasi larutan yang menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg atau 1000 gram pelarut. Perumusan molalitas yaitu sebagai berikut :

 Rumus : Molalitas = m = jumlah mol zat pelarut/1 kg zat pelarut.
adalah pembahasan materi pelajaran kimia tingkat Sekolah Menengan Atas yang akan dijelaskan secara detail da Pengertian Molalitas Dan Fraksi Mol Lengkap Dengan Rumusnya

a. Hubungan Molalitas dengan Persen massa
Persen massa merupakan satuan konsentrasi yang juga biasa dipakai dalam larutan kimia. Contohnya yaitu larutan yang sanggup kita temukan sehari-hari yaitu larutan alkohol 75% dan larutan asam cuka 24%. Persen kala yaitu jumlah gram zat terlarut dalam 100 gram massa larutan. Persamaan yang mengatakan perhitungan persen massa yaitu sebagai berikut :
adalah pembahasan materi pelajaran kimia tingkat Sekolah Menengan Atas yang akan dijelaskan secara detail da Pengertian Molalitas Dan Fraksi Mol Lengkap Dengan Rumusnya

b. Hubungan Molalitas dengan Molaritas
Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Molaritas sanggup dikonversikan menjadi molalitas, yaitu dengan merubah volume larutan menjadi massa larutan. Pengubahan volume menjadi massa memerlukan data massa jenis larutan (p), yang sanggup dirumuskan sebagai berikut :
adalah pembahasan materi pelajaran kimia tingkat Sekolah Menengan Atas yang akan dijelaskan secara detail da Pengertian Molalitas Dan Fraksi Mol Lengkap Dengan Rumusnya

2. Fraksi mol

Fraksi mol yaitu ukuran konsentrasi larutan yang menyatakan perbandingan jumlah mol sebagian zat terhadap jumlah mol total komponen larutan. Fraksi mol terbagi atas 2 bab yakni sebagai berikut :

a. Fraksi mol zat terlarut (Xt)
Fraksi mol zat terlarut (Xt) yang dirumuskan dengan rumus menyerupai berikut ini :
adalah pembahasan materi pelajaran kimia tingkat Sekolah Menengan Atas yang akan dijelaskan secara detail da Pengertian Molalitas Dan Fraksi Mol Lengkap Dengan Rumusnya

b. Fraksi mol zat pelarut (Xp)
Fraksi mol zat pelarut (Xp) yang dirumuskan dengan rumus menyerupai berikut ini :
adalah pembahasan materi pelajaran kimia tingkat Sekolah Menengan Atas yang akan dijelaskan secara detail da Pengertian Molalitas Dan Fraksi Mol Lengkap Dengan Rumusnya

Jumlah fraksi mol zat terlarut dan zat palarut yaitu 1.

Demikian pembahasan mengenai molalitas dan fraksi mol dalam ilmu kimia.

Sabtu, 06 Februari 2016

Pengertian Atom, Ion, Dan Molekul Serta Peranan Ion Dalam Kehidupan

Pengertian atom, ion, dan molekul serta peranan ion dalam kehidupan yakni pembahasan utama materi pelajaran kimia yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Partikel Materi didalam berguru pendidikan kimia yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian atom.
2. Pengertian ion.
3. Pengertian molekul.
4. Peranan ion dalam kehidupan.

Pengertian atom

Atom yakni serpihan terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat unsur tersebut. Atom merupakan partikel dasar penyusun materi. Materi yang terdiri atas atom unsur yaitu unsur murni. Contohnya yakni ibarat besi, aluminium, emas dan perak.

Para ilmuwan menggambarkan bentuk atom dalam sebuah model atom. Model atom pertama kali dikemukakan oleh John Dalton dengan postulatnya ibarat sebagai berikut :

a. Setiap materi terdiri atas partikel terkecil yang disebut atom.
b. Atom tidak sanggup dibagi lagi menjadi serpihan yang lebih kecil.
c. Atom-atom satu unsur sama tapi berbeda dengan atom unsur lain.
d. Senyawa yakni materi yang terdiri atas dua jenis atom atau lebih dengan perbandingan tertentu.
e. Reaksi kimia yakni penataan ulang atom-atom.

Atom terdiri atas inti atom dan dikelilingi oleh elektron yang bergerak berdasarkan orbit tertentu. Hampir semua massa atom terpusat di inti atom yang berupa proton dan neutron.
 dan molekul serta peranan ion dalam kehidupan Pengertian Atom, Ion, Dan Molekul Serta Peranan Ion Dalam Kehidupan
Lambang sebuah atom ditulis sebagai berikut :
 dan molekul serta peranan ion dalam kehidupan Pengertian Atom, Ion, Dan Molekul Serta Peranan Ion Dalam Kehidupan
Keterangan :
A : nomor massa.
Z : nomor atom.
Nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron.
Nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron.
Jumlah neutron = Nomor massa – Nomor atom.

Pengertian ion

Atom selain bergabung membentuk molekul sanggup juga membentuk ion. Ion yakni atom yang mempunyai muatan listrik. Ada dua jenis muatan ion, yaitu antara lain sebagai berikut :

1. Muatan nyata (kation)
Muatan nyata atau biasa yang disebut kation. Kation terbentuk lantaran elektron pada atom tersebut berpindah ke atom yang lain. Contoh muatan nyata (kation) adalah seperti : atom Na melepaskan 1 elektron menjadi ion Na+. Reaksinya : Na -> Na+ + e-.

2. Muatan negatif (anion)
Muatan negatif atau biasa yang disebut anion. Anion terbentuk lantaran atom tersebut mendapatkan elektron dari atom yang lain. Contoh muatan negatif (anion) adalah seperti : atom CI menangkap 1 elektron menjadi ion CI-. Reaksinya : CI + e -> CI-.

Senyawa yang terbentuk dari kation dan anion disebut senyawa ionik. Senyawa ini mempunyai titik leleh yang lebih tinggi. Hal ini lantaran ikatan kimia yang terjadi antara ion nyata dan ion negatif sangat besar lengan berkuasa sehingga untuk memutuskannya diharapkan energi yang lebih besar.

Pengertian molekul

Molekul yakni partikel yang merupakan adonan dari dua atom atau lebih. Molekul dituliskan sebagai rumus kimia yang menunjukkan jenis dan banyak atom penyusun molekul tersebut. Molekul merupakan partikel penyusun senyawa.

Sebagai contoh, gas karbon dioksida hasil pembakaran mengandung berjuta-juta molekul karbon dioksida. Rumus kimia karbon dioksida yakni CO2. Hal ini berarti tiap molekul karbon dioksida mengandung satu atom karbon dan dua atom oksigen.

a. Molekul unsur
Molekul unsur yakni adonan antara unsur-unsur sejenis. Unsur-unsur pembentuk molekul unsur yakni unsur nonlogam. Molekul unsur dibedakan menjadi empat, yaitu sebagai berikut :

#4 jenis molekul unsur

1. Molekul unsur monoatomik
Molekul unsur monoatomik yakni molekul unsur yang terdiri dari satu atom unsur sejenis. Contoh molekul unsur monoatomik adalah ibarat : Ca, Na, K, dan Cu.
2. Molekul unsur diatomik
Molekul unsur diatomik yakni molekul unsur yang terdiri atas dua atom sejenis. Molekul unsur ini umumnya dimiliki unsur-unsur berwujud gas. Contoh molekul unsur diatomik adalah ibarat : O2, H2, CI2, dan I2.
3. Molekul unsur tetraatomik
Molekul unsur tetraatomik yakni molekul unsur yang terdiri atas empat atom unsur sejenis. Molekul unsur ini dimiliki oleh atom P, As, dan Sb. Bentuk molekulnya P4, As4, dan Sb4.
4. Molekul unsur oktaatomik
Molekul unsur oktaatomik yakni molekul unsur yang terdiri atas delapan atom unsur sejenis. Molekul unsur ini dimiliki oleh atom S. Bentuk molekulnya S8.

b. Molekul senyawa
Molekul senyawa yakni adonan antara unsur-unsur berbeda jenis. Contoh molekul senyawa yakni ibarat air (H2O), karbon dioksida (CO2), dan gula (C6H12O6).
Baca juga : Pengertian Molalitas Dan Fraksi Mol Lengkap Dengan Rumusnya
c. Molekul dalam kehidupan sehari-hari
1. Air
Air tersusun oleh satu atom oksigen dengan dua atom hidrogen.
2. Oksigen
Udara yakni molekul oksigen. Oksigen dihasilkan oleh reaksi fotosintesis. Oksigen dalam suhu kamar berupa gas.
3. Metana
Metana yakni gas alam yang mempunyai sifat tidak berbau dan gampang terbakar.

Peranan ion dalam kehidupan

Kehidupan insan tidak sanggup terlepas dari adanya ion-ion. Ketika seseorang sakit diare, akan banyak kehilangan cairan tubuh, cairan badan tersebut harus segera digantikan dengan minum oralit. Ketika seseorang kehausan, maka disarankan minum minuman isotonik.

Diare yakni suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari disertai adanya perubahan bentuk dan konsistensi tinja penderita. Bahaya utama diare yakni ajal yang disebabkan lantaran badan banyak kehilangan air dan garam yang terlarut yang disebut dehidrasi.
Baca juga : Larutan Penyangga Dalam Ilmu Kimia
Selain oralit, kehilangan cairan tubuh sanggup dilakukan dengan minum minuman isotonik. Minuman isotonik adalah minuman yang didalamnya terkandung ion-ion ibarat yang terdapat dalam cairan badan manusia. Pada minuman mengandung ion nyata Na+, K+, Ca2+, Mg2+ dan ion negatif CI-, sitrat3-, laktat-.

Demikian pembahasan mengenai pengertian atom, ion, dan molekul serta peranan ion dalam kehidupan.

Jumat, 05 Februari 2016

Macam, Jenis, Efek Samping Materi Kimia Dalam Rumah Tangga

Macam-macam, jenis-jenis dan imbas samping bahan kimia dalam rumah tangga ialah pembahasan utama materi pelajaran kimia yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Macam-Macam Bahan Kimia yang ada didalam rumah tangga didalam mencar ilmu pendidikan kimia yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. #4 jenis/macam materi kimia.
2. #2 jenis sabun.
3. #6 jenis pestisida.
4. Efek samping (pengaruh) penggunaan materi kimia pembersih, pemutih, pewangi dan pembasmi serangga.

#4 jenis/macam materi kimia

1. Pembersih
a. Sabun
Sabun ialah pembersih yang terbuat dari lemak nabati atau lemak hewani yang dipanaskan dengan larutan alkali. Sabun terdapat dua jenis, yaitu sabun keras dan sabun lunak. Adapun #2 jenis sabun tersebut sanggup dijelaskan sebagai berikut :
 ialah pembahasan utama materi pelajaran kimia yang akan dijelaskan dengan lengkap dan de Macam, Jenis, Efek Samping Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga
#1. Sabun keras
Sabun keras ialah sabun yang mengandung natrium.
#2. Sabun lunak
Sabun lunak ialah sabun yang mengandung kalium hidroksida, biasanya sabun jenis ini di peruntukan untuk sabun bayi.

b. Detergen
Detergen ialah pembersih yang didalamnya mengandung surfaktan, materi pengisi, pemutih, pewangi, materi penimbul busa.

c. Sampo
Sampo ialah pembersih yang dipakai untuk membersihkan rambut (keramas) dari debu dan kotoran-kotoran yang melekat.

d. Pasta gigi
Pasta gigi atau yang pada umumnya sering disebut dengan odol ialah pembersih yang mengandung materi aktif yang terdapat dalam pasta gigi yang berupa sodium monofluorofosfat dan kalsium gliserofosfat. Adapun sodium monofluorofosfat dan kalsium gliserofosfat berfungsi untuk memperkuat lapisan email gigi biar gigi sehat dan kuat.

e. Karbol
Karbol ialah pembersih yang biasanya dipakai sebagai cairan pembersih lantai supaya lantai cepat higienis dan juga wangi.

2. Pemutih
Pemutih biasanya dijual dalam bentuk larutannya dan dipakai untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sukar untuk dihilangkan dengan hanya memakai sabun atau detergen.
Baca juga : Larutan Penyangga Dalam Ilmu Kimia
Larutan pemutih yang dijual di pasaran biasanya mengandung materi aktif natrium hipoklorit (NaOCI) sekitar 5%. Selain dipakai sebagai pemutih dan membersihkan noda, pemutih juga dipakai untuk desinfektan (membasmi kuman).

3. Pewangi
Pewangi ialah materi kimia lain yang dekat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita sanggup memperoleh materi pewangi dari materi alam maupun sintetik.

4. Pembasmi serangga
Pestisida dipakai untuk memberantas hama tumbuhan sehingga tidak menggangu hasil produksi pertanian. Adapun pestisida yang biasa dipakai oleh para petani sanggup digolongkan berdasarkan fungsi dan target penggunaannya, yaitu antara lain sebagai berikut :

#6 jenis pestisida

a. Insektisida
Insektisida ialah pestisida yang dipakai untuk memberantas serangga, antara lain menyerupai belalang, kepik, wereng dan ulat petani.
b. Fungisida
Fungisida ialah pestisida yang dipakai untuk memberantas dan mencegah pertumbuhan jamur atau cendawan.
c. Bakterisida
Bakterisida ialah pestisida yang dipakai untuk memberantas kuman atau virus.
d. Rodentisida
Rodentisida ialah pestisida yang dipakai untuk memberantas hama tumbuhan yang berupa binatang pengerat, antara lain menyerupai tikus.
e. Nematisida
Nematisida ialah pestisida yang dipakai untuk memberantas hama tumbuhan jenis cacing (nematoda). Hama jenis cacing atau yang disebut juga dengan nematoda biasanya menyerang akar dan umbi tanaman.
f. Herbisida
Herbisida ialah pestisida yang dipakai untuk membasmi tumbuhan penganggu (gulma), antara lain menyerupai alang-alang, rerumputan dan eceng gondok.

Efek samping (Pengaruh)

Selain mempunyai manfaat didalam kehidupan sehari-hari, materi kimia yang sering ada pada rumah tangga juga mempunyai imbas samping dan berdampak pada penggunanya yaitu antara lain sebagai berikut :

1. Efek samping penggunaan materi pembersih
a. Dapat menyebabkan iritasi pada kulit (akibat terlalu basa).
b. Eutrofikasi pada perairan.
Baca juga : Titrasi Asam Basa Dalam Ilmu Kimia
2. Efek samping penggunaan materi pemutih
a. Dapat merusak kulit.
b. Dapat menyebabkan akronosis. Akronosis adalah gangguan pada kulit, dimana kulit membentuk benjolan kekuningan.

3. Efek samping penggunaan materi pewangi
Jika tertelan, senyawa yang terkandung di dalam pewangi (larutan hidroalkohol) sanggup menekan fungsi otak dan menyebabkan kantuk.

4. Efek samping penggunaan materi pembasmi serangga
Sisa-sisa pestisida yang masuk ke perairan sanggup membunuh plankton dan pada jadinya akan menganggu ekosistem alam.

Demikian pembahasan mengenai macam-macam, jenis-jenis dan imbas samping bahan kimia dalam rumah tangga.

Minggu, 24 Januari 2016

#5 Zat Adiktif Pada Makanan Lengkap Dengan Contohnya

#5 zat adiktif pada makanan yakni pokok pembahasan materi pelajaran Kimia yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Zat-Zat Adiktif didalam mencar ilmu pendidikan kimia yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian zat pengawet.
2. Indikator proses pembusukan makanan.
3. #2 jenis pengawetan.
4. Pengertian zat warna.
5. #4 fungsi zat warna.
6. Zat warna yang umum digunakan.
7. Tujuan zat penyedap.
8. #2 macam materi pemanis.
9. Pengertian antioksidan.
10. #2 macam antioksidan.

#5 pertimbangan penggunaan zat adiktif pada makanan

Pada prinsipnya zat adiktif ditambahkan pada kuliner dengan atas #5 pertimbangan yaitu sanggup dijelaskan sebagai berikut :
 yakni pokok pembahasan materi pelajaran Kimia yang akan dijelaskan dengan lengkap dan de #5 Zat Adiktif Pada Makanan Lengkap Dengan Contohnya
1. Jarak dan waktu
Suatu materi kuliner harus diangkut dari jarak jauh dan memerlukan waktu yang lama, sehingga perlu dijaga biar tidak mengalami perubahan tekstur, warna, anyir dan rasa serta tampak tetap segar.
2. Kualitas kandungan gizi
Menghindari berkurangnya atau hilangnya kandungan gizi pada proses pengolahan kuliner pasca panen, sehingga mempertahankan atau bahkan menaikkan nilai gizi.
3. Menarik minat dan selera
Banyak materi kuliner yang sesungguhnya bernilai gizi tinggi tetapi tidak menarik selera, sehingga tidak sanggup dimanfaatkan. Oleh lantaran itu perlu ditambahkan zat yang berfungsi untuk menambah warna, bau, rasa dan selera.
4. Mempercepat proses pematangan
Beberapa materi kuliner tertentu menyerupai buah-buahan diharapkan lebih cepat masak, sehingga perlu ditambahkan zat yang sanggup mempercepat proses pemasakan buah.
5. Keadaan wilayah
Di beberapa kawasan terdapat sumber materi kuliner yang kekurangan mineral menyerupai iodium, fuor, zat besi dan lain-lain.

#5 zat adiktif yang terdapat pada makanan

1. Zat pengawet
Zat pengawet yakni zat zat yang sengaja ditambahkan pada materi kuliner dan minuman biar kuliner dan minuman tersebut tetap segar, anyir dan rasanya tidak berubah, atau malindungi kuliner dari kerusakan akhir membusuk atau terkena bakteri/jamur.

Proses pembusukan kuliner yang biasanya disertai dengan perubahan tekstur disebabkan oleh acara kuman pembusuk yang terdapat dan bekerja pada kuliner tersebut. Aktivitas kuman pembusuk pada kuliner biasanya bekerja secara maksimal jikalau temperatur dan oksigen cukup dalam lingkungannya.

Indikator proses pembusukan makanan

Indikator terjadinya proses kerusakan pada kuliner atau pembusukan sanggup dilihat secara fisik, antara lain :
a. Menghasilkan gas berbau busuk yang ditimbulkan adanya penguraian zat kuliner sehingga menghasilkan gas CH4 (metana), NH3 (amoniak), dan H2S (asam sulfida).
b. Berlendir.
c. Terjadi pemudaran dan perubahan warna.
d. Perubahan rasa.

Jenis-jenis pengawetan pada makanan

Upaya pengawetan zat terbagi menjadi dua macam. Adapun #2 jenis/macam pengawetan pada makanan yakni antara lain sebagai berikut :

a. Pengawetan kuliner secara fisika
Berikut ini yakni #5 proses pengawetan kuliner secara fisika antara lain yaitu sebagai berikut :

1. Pengeringan
Proses ini yakni upaya untuk mempertahankan biar kuliner tidak cepat mengalami proses kerusakan. Pengeringan adalah mengurangi kadar air seminimal mungkin yang terkandung dalam kuliner tersebut.

Proses pengeringan sanggup dilaksanakan secara alami yaitu dengan panas sinar matahari atau dengan memakai oven. Contoh kuliner atau materi kuliner yang dikeringkan adalah antara lain menyerupai ikan, daging, dendeng, kerupuk, gaplek (ketela kering), dan gabah (padi).

2. Pemanasan
Proses pemanasan biasanya digunakan untuk mengawetkan kuliner yang bersifat sementara, yaitu dengan cara memanaskan kuliner olahan sehingga kuman pengurai yang terdapat dalam kuliner tersebut mati dan tidak aktif. Salah satu contoh proses pemanasan adalah dengan pasteurisasi, pasteurisasi yaitu memanaskan susu hingga suhu 800C.

3. Pengapasan
Proses ini yakni pengawetan kuliner dengan meletakkan kuliner dengan cara tertentu contohnya digantungkan lalu diasapi dengan asap yang berasal dari kayu yang dibakar. Contoh proses pengasapan adalah untuk mengawetkan daging dan mengeringkan jagung.

4. Pembekuan
Pembekuan yakni mengawetkan kuliner dengan cara memasukkan kuliner yang akan diawetkan ke dalam ruang pendingin atau merendam kuliner kedalam es. Pengawetan ini bersifat sementara, adapun contoh proses pembekuan adalah antara lain menyerupai mengawetkan ikan maritim yang gres ditangkap.

5. Radiasi
Pengawetan kuliner ini memakai teknologi tinggi, dimana kuliner yang akan diawetkan disinari cahaya dengan panjang gelombang tertentu dan waktu tertentu juga sehingga kuman pengurai tidak aktif atau mati. Pengawetan cara ini cukup efektif lantaran kuliner sanggup bertahan cukup usang dan nilai gizi yang terkandung pada kuliner tidak banyak yang hilang.

b. Pengawetan kuliner secara kimia
Berikut ini yakni #5 proses pengawetan kuliner secara kimia antara lain yaitu sebagai berikut :

1. Garam dan gula
Garam dan gula yakni materi pengawet yang paling tua. Garam biasanya digunakan untuk mengawetkan ikan dan daging, sedangkan gula untuk mengawetkan buah. Garam dan gula sanggup mematikan mikroorganisme untuk hidup.
Baca juga : Hidrolisis Garam
2. Cuka
Cuka biasanya digunakan untuk menciptakan acar. Kondisi yang sangat asam tidak memungkinkan bagi mikroorganisme untuk hidup.

3. Belerang dioksida
Belerang dioksida telah ratusan tahun digunakan untuk mengontrol perkembangan mikroba yang tidak dikehendaki. Contoh Belerang dioksida adalah untuk mengawetkan buah kering dan selai. Belerang dioksida memiliki dua kelemahan yaitu aromanya yang kurang sedap, dan merusak vitamin B1.

4. Asam benzoat dan sodium (natrium) benzoat
Asam benzoat dan natrium benzoat yakni pengawet yang biasa digunakan untuk jus buah dan aneka macam minuman lainnya. Bahan ini sanggup menghentikan pertumbuhan kuman dan ragi.

5. Sodium natrium (nitrit)
Natrium nitrit biasa digunakan untuk mengawetkan daging. Selain mengawetkan, natrium nitrit memberi warna pink yang menarik. Natrium nitrit menghambat pertumbuhan kuman patogen.

Bahan pengawet kuliner dalam pengunaannya harus sesuai dosis, lantaran dengan penggunaan yang terus menerus dalam jangka waktu yang relatif usang sanggup merugukan sistem badan manusia.

Tetapi kenyataan dilapangan terdapat materi aditif yang sebetulnya bukan digunakan untuk mengawetkan kuliner dan materi kuliner tetapi digunakan untuk mengawetkan makanan. Contohnya yakni antara lain menyerupai :

a. F0rmalin
F0rmalin biasanya digunakan sebagai pengawet preparat biologi, atau dirumah sakit digunakan sebagai pengawet mayat, tetapi digunakan untuk mengawetkan tahu.
b. B0raks
B0raks sering digunakan untuk mengawetkan tahu, mie dan bakso.

Bahan-bahan tersebut jikalau digunakan untuk mengawetkan kuliner akan mengakibatkan gangguan yang serius bagi kesehatan manusia. F0rmalin sanggup mengakibatkan gangguan fungsi hati dan ginjal, sedangkan b0raks sanggup mengakibatkan gangguan pada kulit, otak dan fungsi hati. #5 zat adiktif pada makanan.

2. Zat warna
Zat warna yakni zat yang ditambahkan pada kuliner atau minuman untuk memperoleh warna kuliner atau minuman yang lebih menarik.

#4 Fungsi zat warna

Fungsi zat warna pada kuliner yakni antara lain menyerupai :
a. Memperbaiki dan mempertahankan penampilan kuliner yang mengalami perubahan warna pada proses pengolahan makanan.
b. Membuat warna kuliner yang sama dalam jumlah yang banyak lantaran perbedaan warna asalnya.
c. Mendapatkan tampilan kuliner yang lebih menarik.
d. Indikator untuk memilih kualitas makanan.

Zat warna yang umum digunakan

Umumnya zat warna yang digunakan untuk kuliner yakni :
a. Zat warna nabati
Pewarna ini yakni pewarna alami yang diambil atau diekstrak dari tumbuh-tumbuhan. Jenis dan fungsi pewarna sanggup dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel jenis dan fungsi pewarna alami
No. Warna Sumber dan penggunaan
1 Hijau Ekstrak daun suji, untuk memberi warna kue-kue.
2 Merah Kapxantin yang terdapat dalam cabe merah, digunakan untuk memperkuat warna pada kuliner tertentu contohnya gulai dan rendang. Warna merah sanggup juga dihasilkan dari kunyit yang ditambah dengan air kapur (pH tinggi).
3 Cokelat
Karamel (pemanasan gula) pada suhu 170oC digunakan untuk minuman atau makanan. Warna cokelat juga sanggup dihasilkan dari kopi atau cokelat (kakao).
4 Kuning Zat warna kurkumin pada kunyit, beta karoten dari wortel. Zat warna ini digunakan untuk minuman ringan, tahu, atau nasi kuning.
5 Violet Antosianin yang berasal dari bit gula.
b. Zat warna sintetis
Zat warna sintetis dibentuk dari terbatu bara. Zat warna sintetis lebih banyak digunakan dari pada zat warna nabati. Perlu sekali diperhatikan bahwa banyak zat warna sintetis yang tidak boleh digunakan untuk kuliner lantaran sifatnya beracun. Penelitian mengatakan bahwa beberapa zat warna sanggup mengakibatkan penyakit kanker.

Contoh beberapa zat warna yang biasa digunakan untuk kuliner antara lain :
1. Tartrazine.
2. Sunset Yellow FCF.
3. PFC.
4. Carmoisine.
5. Quinoline Yellow.
6. Ponceau 4R.
7. Patent Bleu V.
8. Brilliant Bleu FCF.
9. Brilliant Black BN.

3. Zat penyedap
Tujuan penggunaan zat penyedap yakni antara lain sebagai berikut :
a. Meningkatkan cita rasa makanan.
b. Mengembalikan cita rasa kuliner yang mungkin hilang waktu pemrosesan.
c. Memberi cita rasa tertentu kepada makanan.

Zat penyedap lain yang banyak digunakan pada kuliner yakni mononatreium glutamat. Zat ini diperdagangkan dengan beragai merk. Mononatrium glutamat adalah suatu asam amino karboksilat yang diharapkan badan kita untuk pembentukan protein. Walaupun demikian, penggunaan zat ini secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang usang sanggup mengakibatkan imbas yang merugikan kesehatan.

4. Bahan pemanis
Pemakaian materi aksesori sebagai materi tambahan pada kuliner dan minuman sudah sangat lazim. Bahan aksesori kuliner dan minuman yang dijual di pasaran sanggup di klasifikasikan menjadi 2, yaitu antara lain sebagai berikut :

a. Bahan aksesori alami
Bahan aksesori alami dihasilkan dari pengolahan materi yang dihasilkan secara alami atau dari pengolahan materi nabati. Sumber materi alami merupakan karbohidrat terutama karbohidrat yang digolongkan dalam monosakarida (glukosa, fruktosa, laktosa) dan disakarida (maltosa, sukrosa, dan galaktosa).

Sumber karbohidrat tersebut sebagian besar dihasilkan dari sari pohon tebu dan sanggup juga dihasilkan dari pengolahan (hidrolisis) karbohidrat dari umbi-umbian, antara lain bit, ketela, kentang, dan sebagainya. Produk dari aksesori alami antara lain gula pasir (sukrosa), gula batu, gula merah, gula aren dan gula cair.

b. Bahan aksesori sintetis
Zat aksesori sintetis yang sifatnya jauh lebih anggun dari pada gula pasir menyerupai sakarin, dulsin dan siklamat. Dibeberapa negara zat-zat ini sudah tidak boleh digunakan lagi lantaran sanggup mengakibatkan penyakit kanker pada binatang percobaan. Bahan tersebut antara lain siklamat, sakarin, dulsin, kalium asesulfin, P-4000 dan aspartam.

5. Antioksidan
Zat antioksidan yakni zat yang digunakan untuk mencegah oksidasi materi kuliner baik oleh udara maupun bakteri. Proses oksidasi berlangsung dengan melibatkan radikal bebas, yaitu suatu spesi yang sangat reaktif. Antioksidan akan menetralkan radikal bebas tersebut. Antioksidan akan mengikat radikal bebas tersebut membentuk suatu radikal yang kurang reaktif. Dengan demikian proses oksidasi sanggup dihambat.

#2 macam antioksidan

Antioksidan ada dua jenis atau macam yakni ada yang alami dan ada yang sintetis, klarifikasi keduanya antara lain sebagai berikut :

1. Antioksidan alami
Contoh antioksidan alami yakni antara lain menyerupai lesitin, vitamin E dan asam askorbat (vitamin C).
2. Antioksidan sintetis
Contoh antioksidan sintetis yakni antara lain menyerupai BHA dan BHT.

a. BHA (Butil hidroksianisol)
Butil hidroksianisol (BHA) digunakan pada lemak dan minyak.
b. BHT (Butil hidroksitoluena)
Butil hidroksitoluena (BHT) digunakan pada lemak, minyak, margarin, dan mentega.
c. Tokoferol (Vitamin E)
Vitamin E (Tokoferol) digunakan dalam makanan.

Demikian pembahasan mengenai #5 zat adiktif pada makanan.